Pernyataan Sikap Warga Sekitar Lereng Gunung Tumpang Pitu Banyuwangi

Bagikan agar bergema

Aksi warga lereng Gunung Tumpang Pitu, Sabtu 18 Maret 2017

Hari ini, Sabtu 18 Maret 2017, pukul 15.00, kami warga sekitar Gunung Tumpang Pitu menggelar aksi sebagai bukti bahwa kami tak pernah bersepakat dengan pembangunan jaringan listrik untuk perusahaan tambang di Gunung Tumpang Pitu. Penolakan kami juga termasuk menolak adanya aktivitas pertambangan emas di gunung yang menjadi kawasan tangkapan air tersebut.

Aksi ini untuk merespon klaim sepihak dari PT Bumi Suksesindo, yang menyebutkan warga telah bersepakat atas pemasangan jaringan listrik untuk kepentingan pertambangan. Siaran pers PT BSI itu antara lain dimuat di Radar Banyuwangi edisi 17 Maret 2017 dan Detikcom edisi 16 Maret 2017 .

Photo berita di Radar Banyuwagi 17  maret 2017

Kami tegaskan bahwa kami menghentikan aksi yang telah berlangsung pada 4-11 Maret 2017 bukan karena telah bersepakat dengan perusahaan, atau menerima uang untuk bungkam. Kami berhenti untuk sementara karena mendapat intimidasi dari aparat keamanan pada hari terakhir aksi, yang mengeluarkan 50an warga secara paksa dari lubang galian listrik. Intimidasi tersebut telah menyebabkan sedikitnya 3 perempuan luka-luka sehingga harus dilarikan ke puskesmas terdekat. Klaim sepihak yang dilakukan PT BSI di media massa tidak berdasarkan fakta dan hanya berupaya memecah belah massa.

Penolakan warga atas pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu telah berlangsung sejak 2008. Namun puluhan unjuk rasa warga, tidak membuat pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat menghentikan atau mencabut izin usaha pertambangan. Sebaliknya pemerintah lebih berpihak memfasilitasi kepentingan perusahaan tambang daripada melindungi keselamatan warga dari bahaya tambang, seperti ancaman limbah sianida dan ancaman krisis air.

Sejak perusahaan tambang datang, telah menyebabkan konflik horizontal di masyarakat dan kami kehilangan 1.900 hektare hutan lindung Gunung Tumpang Pitu yang dibongkar untuk kepentingan perusahaan tambang. Hadirnya tambang telah nyata menyebabkan bencana sosial dan perubahan ekologi yang mengancam masa depan kehidupan kami. Oleh karena itu, SEKALI LAGI, kami tetap menolak pertambangan emas dan mendesak Presiden RI untuk memerintahkan pejabat di bawahnya mencabut izin usaha pertambangan di Gunung Tumpang Pitu!!!

 

MELAWAN ATAU PUNAH!!, HIDUP RAKYAT!!

Pesanggaran, 18 Maret 2017

Narahubung : Yogi Turnando (082338309789), Ibu Armi (085336001550), Taufiq (085339349699)


Bagikan agar bergema