Press Release Aksi 9 Januari 2018 : Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu & Hentikan Kriminalisasi Pejuang Lingkungan Hidup

Bagikan agar bergema

Aksi Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu dan Hentikan Kriminalisasi Pejuang Lingkungan Hidup, 9 Januari 2018 di depan Gedung Pengadilan Negeri Banyuwangi

SERIUSKAH NEGARA MENERAPKAN PASAL 66 UNDANG-UNDANG NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP?

Hari ini Selasa 9 Januari 2018 merupakan putaran ke-18 persidangan Heri Budiawan alias Budi Pego. Agenda sidang pada 9 Januari 2018 adalah pembacaan dan penyampaian pledoi (pembelaan). Pada hari kamis lalu (4 Januari 2018) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Cahyono dan S. Ahmad telah membacakan tuntutannya. Dengan menggunakan pasal 107 huruf a UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara, JPU menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 7 tahun kepada Budi Pego.

Budi Pego disidang karena hubungan dirinya dengan sebuah demonstrasi warga untuk menolak tambang emas yang beroperasi di Hutan Lindung Tumpang Pitu. Demo tersebut berlangsung bulan April 2017 lalu. Budi Pego dijerat pasal 107 huruf a UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara. Ada spanduk dengan gambar yang identik dengan logo sebuah partai terlarang dalam aksi tersebut.

Tuntutan hukuman pidana penjara 7 tahun tersebut, menurut ForBanyuwangi adalah berlebihan. ForBanyuwangi yang merupakan anggota Tim Kerja Advokasi Gerakan Rakyat untuk Kedaulatan Agraria (Tekad Garuda) berpendapat, perbuatan Budi Pego tidak dapat dikategorikan sebagai perbuatan mengembangkan atau menyebarkan paham komunisme. Hal ini didasarkan pasifnya Budi Pego dalam demonstrasi bulan April 2017 lalu. Pasif dalam artian: dalam demo tersebut Budi Pego tidak pernah membuat seruan untuk mendukung komunisme atau mengajak orang untuk mendukung komunisme. Dalam demo tersebut, Budi Pego juga tidak menyuruh orang memasang spanduk bergambar palu arit.

Keberadaan spanduk bergambar palu arit juga tak bisa dihadirkan di semua putaran sidang Budi Pego, ini juga bagi kami adalah sebuah kejanggalan. Belum lagi kualitas dan kompetensi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Berdasarkan pantauan kami secara langsung di persidangan, kami berkesimpulan ahli yang dihadirkan JPU sebagai saksi adalah ahli yang tingkat kompetensinya rendah untuk menguasai pengetahuan tentang komunisme.

Dari janggalnya barang bukti serta tingkat kompetensi saksi ahli yang dihadirkan JPU, juga fakta-fakta persidangan yang kami pantau, kami berpendapat kasus ini dipaksakan dan ini adalah bentuk kriminalisasi yang menimpa seorang warga yang tengah mempertahankan ruang hidup serta lingkungannya

Hari ini, Budi Pego akan menyampaikan pledoi (pembelaan). Gelaran sidang ini dari putaran pertama hingga akhir (vonis) akan jadi bukti apakah negara akan benar-benar serius menerapkan Pasal 66 Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal tersebut berbunyi “Setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun secara perdata.”

Tidak berlebihan jika Pasal 66 Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup tersebut diterapkan dalam kasus Budi Pego. Ini lantaran, demo yang membuat Budi Pego dilaporkan ke polisi adalah demo yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Budi Pego bersama warga sekitar Tumpang Pitu melakukan demo tersebut karena sadar bahwa operasi tambang emas milik sebuah korporasi tersebut akan mengancam lingkungan hidup dan ruang hidup warga.

Sebagai dukungan moral terhadap Budi Pego, hari ini ForBanyuwangi bersama warga sekitar Tumpang Pitu melakukan aksi damai di depan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Aksi ini diisi berbagai kegiatan, yakni penggalangan tanda tangan penolakan tambang emas Tumpang Pitu, Sablon gratis, monolog, dan pembagian buah naga.

Selain sebagai dukungan moral untuk Budi Pego, aksi ini juga dimaksudkan sebagai upaya merawat konsistensi penolakan tambang emas di Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu.

 

Banyuwangi, 9 Januari 2018

ForBanyuwangi
www.forbanyuwangi.org

#savetumpangpitu
#tolaktambangemastumpangpitu
#stopkriminalisasiwarga


Bagikan agar bergema